Tuesday, January 26, 2016

KASUS DBD DARI TAHUN 2000 SAMPAI TAHUN 2015

BAB  III

GAMBARAN KASUS DBD TAHUN 2015 DI KABUPATEN KETAPANG

A.     KASUS DBD DARI TAHUN 2000 SAMPAI TAHUN 2015

Tabel Berikut menampilkan perkembangan kasus DBD dari tahun 2000 sampai dengan akhir tahun 2015
TABEL 3.1
KASUS DBD DARI TAHUN 2000 SAMPAI 2015


      Sumber: Seksi Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang

Dari data di atas terlihat pola peningkatan kasus DBD dari tahun ke tahun mengalami fluktuasi namun trend lonjakan kasus DBD secara signifikan berdasarkan jumlah kasus pertahun dapat kita lihat polanya sebagai berikut :
1.     Tahun 2000 (5 kasus) melonjak di tahun 2005 (80 kasus), jarak 5 tahun
2.     Tahun 2005 (80 kasus) melonjak di tahun 2009 (114 kasus), jarak 4 tahun
3.     Tahun 2009 (114 kasus) melonjak di tahun 2012 (470 kasus), jarak 3 tahun
4.     Tahun 2012 (470 kasus) melonjak di tahun 2014 (924 kasus), jarak 2 tahun


Jika penanggulangan kasus DBD tidak mendapat perhatian lebih serius  dan lonjakan kasus  DBD mengikuti  pola / trend di atas maka jumlah kasus DBD diprediksi akan mencapai ribuan kasus pada lonjakan berikutnya dalam waktu dekat.

LAPORAN TAHUNAN DBD 2015 KAB. KETAPANG BAB II

BAB II

GAMBARAN UMUM KABUPATEN KETAPANG


A.   LETAK  GEOGRAFIS

Kabupaten Ketapang terletak pada sisi Selatan Provinsi Kalimantan Barat, yaitu pada posisi 0o19’26,51” Lintang Selatan sampai dengan 3o4’16,59” Lintang Selatan dan 109o47’36,55”Bujur Timur sampai dengan 111o21’37,36” Bujur Timur. Gambar di bawah menampilkan batas wilayah administratif Kabupaten Ketapang.

Gambar 2.1
PETA WILAYAH ADMINISTRATIF
KABUPATEN KETAPANG DAN BATAS-BATASNYA
                                                               









B.     LUAS WILAYAH


Luas wilayah Kabupaten Ketapang adalah ± 31.588 km2 atau 21,3%dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Barat dan merupakan kabupaten terluas di Kalimantan Barat. 
Tabel 2.2 di bawah ini menampilkan luas wilayah tiap kecamatan di Kabupaten Ketapang hingga akhir tahun 2014. Hingga akhir tahun 2014 Kabupaten Ketapang terdiri dari 20 kecamatan dengan 253 desa dan 9 kelurahan. Kecamatan terluas adalah Kendawangan dengan luas ± 5.859 km2 atau 18,55 % dari luas wilayah Kabupaten Ketapang, sedangkan kecamatan dengan wilayah terkecil adalah Delta Pawan yaitu ± 74 km2atau 0,23 %.

Tabel  2.2
Luas wilyah, Jumlah Desa/kelurahan, Jarak Tempuh ke Ibukota Kecamatan
Dan Kategori Wilayah Menurut Kecamatan di Kabupaten Ketapang Tahun 2014

C.     TOPOGRAFI

Dua kondisi alam di Kabupaten Ketapang yaitu pertama adalah daerah pesisir pantai yang memanjang dari utara ke selatan yang terdiri dari Kecamatan Matan Hilir Utara, Muara Pawan, Delta Pawan, Benua Kayong, Matan Hilir Selatan dan Kendawangan. Kondisi alam di daerah tersebut berupa daratan dan rawa-rawa. Sedangkan daerah yang kedua adalah daerah pedalaman/perhuluan yang terdiri dari kecamatan Simpang Hulu, Simpang Dua, Sungai Laur,Hulu Sungai, Sandai, Nanga Tayap, Tumbang Titi, Sungai Melayu Rayak, Pemahan, Jelai Hulu, Marau, Singkup, Air Upas dan Manis Mata. Umumnya kondisi alam di daerah ini berupa daratan yang berbukit-bukit dan diantaranya sebagian besar masih merupakan hutan lebat dan wilayah perkebunan kelapa sawit, karet  dan pertambangan.

D.     IKLIM

Secara geografis wilayah Kabupaten Ketapang dekat dengan garis khatulistiwa, maka temperatur udara tergolong tinggi. Menurut  catatan Stasiun Meteorologi Rahadi Osman tahun 2013 temperatur udara rata-rata berkisar 27,6 oC.  Suhu terendah tercatat pada bulan Juli dan Agustus yaitu 20,20 C –21,3oCdan suhu tertinggi terjadi pada bulan Oktober yaitu berkisar  35,6oC. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, temperatur udara pada tahun 2013 rata-rata dari tahun sebelumnya  berkisar antara 0,6o C - 1,2oC.

Di Kabupaten Ketapang, seperti umumnya di Indonesia hanya dikenal dua musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Curah hujan dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya adalah iklim,letak geografis dan perputaran/pertemuan arus angin.Pada tahun 2013 curah hujan maksimum 551,8 mm dan minimum 56,0 mm. Curah hujan tertinggi pada bulan Desember yaitu 397,1 mm dan terendah pada bulan Agustus 56,0 mm.

LAPORAN TAHUNAN DBD 2015 KAB. KETAPANG BAB I PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG


Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) atau demam berdarah dengue  adalah penyakit menular akibat virus dengue melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Nyamuk ini berkembang di daerah dengan ketinggian di bawah 1000 meter di atas permukaan laut oleh karena itu nyamuk Aedes Aegypti menyebar di seluruh wilayah kabupaten Ketapang
Demam Berdarah Dengue juga termasuk penyakit potensial KLB yang kejadiannya di pengaruhi faktor host, lingkungan dan agent. Green (1980) menyatakan faktor host yang berkaitan perilaku dalam hal pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dipengaruhi faktor-faktor sebagai berikut :
-      Faktor predisposisi/ dari individu itu sendiri (pendidikam, pekerjaan, pendapatan dan pengetahuan)
-      Faktor enabling/ yang memungkinkan (manajemen dan tenaga kesehatan)
-      Faktor reinforcing/ penguat (ketinggian dari permukaan laut, curah hujan, angin, kelembaban,musim) dan kondisi demografi (kepadatan penduduk, morbilitas, adat istiadat, sosial ekonomi)

Penderita DBD di awal tahun 2015 yaitu pada bulan Januari adalah yang tertinggi dengan jumlah 170 penderita menyusul bulan Februari 118 penderita  dan pada bulan Maret dan seterusnya menunjukkan penurunan cukup signifikan hingga akhir tahun dimana pertanggal 31 Desember 2015 tercatat total 433 penderita, dengan Insidens Rate (IR) 90,97/100.000 penduduk Kabupaten Ketapang (Indikator Nasional 50/100.000) dan menyebar di 77 desa, sedangkan data DBD tahun 2014 tercatat total 924 penderita dengan Insidens Rate (IR) 197,7/100.000 penduduk Kabupaten Ketapang (Indikator Nasional 51/100.000) yang tersebar di 84 Desa.
Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang melalui seksi Pemberantasan Penyakit khususnya Program pengendalian penyakit DBD telah melakukan melakukan upaya - upaya penanggulangan dalam memutus rantai penularan penyakit DBD dengan melibatkan lintas program mau pun koordinasi lintas sektor dengan berbagai pihak.


B.     TUJUAN, INDIKATOR, STRATEGI, DAN KEGIATAN DBD TAHUN 2015 DI KABUPATEN KETAPANG


1.    Tujuan Utama Penanggulangan DBD Di Kabupaten Ketapang
a.    Menurunkan angka kesakitan
b.    Mencegah kematian akibat DBD
c.     Mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB)
         
2.    Indikator Penanggulangan DBD Di Kabupaten Ketapang
a.      Penderita yang ditangani 100%
b.     Menurunkan angka kesakitan (IR <50/100.0000 penduduk)
c.      Menurunkan angka kematian menjadi < 1%
d.     Angka Bebas Jentik >95%

a.    Pengendalian faktor resiko penyakit DBD
b.    Peningkatan surveillans epidemiologi dan penanggulangan KLB/wabah
c.    Penemuan dan tatalaksana penderita DBD
d. Peningkatan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) pencegahan dan pemberantasan penyakit
e.    Peningkatan Pengetahuan Sumber Daya Kesehatan

3.    Strategi Program Penanggulangan DBD Di Kabupaten Ketapang
a.    Membudayakan Gerakan PSN DBD di Masyarakat
b.    Meningkatkan Peran POKJA/POKJANAL dalam memobilisasi dan memberdayakan masyarakat
c.    Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Petugas Kesehatan, Kader, dan Masyarakat
d.    Menjalin Kemitraan dan Jejaring Kerja Aktif Antara Lembaga Pemerintah, Swasta, dan LSM

e. KIE kepada masyarakat tentang upaya Pengendalian DBD secara berkesinambungan

Monday, March 10, 2014

DBD Menigkat 900% di Kelurahan Tengah, Daerah Berdekatan Waspada !!

Kasus DBD yang tercatat sampai tanggal 10 Maret 2014 (Minggu ke 10) sudah mencapai 53 kasus. Data Di beberapa Desa/ Kelurahan menunjukkan trend peningkatan yang cukup signifikan dibanding tahun 2013 pada periode waktu yang sama yaitu :

NO
KELURAHAN/ DESA
JUMLAH KASUS DBD MINGGU KE 10
%
PENIGKATAN
Total
Prediksi
2013
2014
2013
2014
1
Ds.  Kali Nilam
2
11
550%
==>
4
22
2
Kel. Tengah
1
9
900%
==>
5
45
3
Ds. Paya Kumang
8
9
113%
==>
12
14

Melihat tingginya trend dan kemungkinan berlipatnya jumlah kasus DBD pada prediksi tahun 2014 serta laporan hasil PJB menunjukkan ABJ <95% pada Kelurahan/ Desa tersebut, maka Bidang P3PL Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang melalui Seksi Pemberantasan Penyakit bekerjasama melalui lintas program dan lintas sektor telah berupaya melakukan Penyuluhan, Pemberantasan Sarang Nyamuk dan Larvasidasi massal pada  11 RT di Desa Paya Kumang pada tanggal 8 Maret 2014. 

Tidak seperti biasa bubuk Larvasida tidak diberikan kepada warga tetapi Penaburan Larvasida dilakukan secara langsung oleh petugas Puskesmas, Kader Jumantik dengan memperhitungan volume air dan dosis bubuk yang diperlukan.
Penyuluhan




Penaburan Langsung Bubuk Larvasida Oleh Petugas Puskesmas dan Jumantik
Penempelan Stiker Tanda Rumah Sudah dilarvasidasi


Untuk Desa Kali Nilam dan Kelurahan Tengah pelaksanaan Penyuluhan, PSN dan Larvasidasi massal juga sedang sedang dalam proses. Untuk Kelurahan/ Desa lain tetaplah waspada terutama yang berdekatan dengan 3 wilayah di atas, sebab ketika PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk ) dan Larvasidasi dilakukan pada 3 wilayah di atas nyamuk akan pindah ke wilayah terdekat dengan membawa dampaknya pada wilayah yang disambangi.

Masalah DBD 100% tidak dapat diselesaikan oleh Dinas Kesehatan saja, karena vektor nyamuk Aedes Aegypti berkembang di rumah-rumah masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Gerakan PSN seyogyanya dilakukan secara serentak dan berkesinambungan oleh seluruh elemen masyarakat. 

Ketika populasi nyamuk Aedes Aegypti  sebagai penyebar DBD terkendali maka kasus DBD akan terkendali juga. Jika sampah tidak dibersihkan dan  penampungan air sebagai tempat jentik berkembang tidak dipantau saat itu jentik akan berkembang subur, hal ini sama artinya kita beternak nyamuk dan akan memanen Penyebaran Virus Demam Berdarah.






Monday, November 18, 2013

PELATIAHAN MESIN FOGGING DI PUSKESMAS KABUPATEN KETAPANG

Tiba di Puskesmas Nanga Tayap Kabid langsung minta di Foto karena suasan Puskesmas yang nyaman dan fresh serta dinding yang penuh info kesehatan sebagai media promosi kesehatan


Pelatihan mesin fogging di Puskesmas Nanga Tayap. Dipraktekkan langsung oleh kepala Puskesmas dengan menggendong langsung mesin fogging  yang tidak ringan untuk bagi seorang wanita. sungguh kepala Puskesmas yang memberi contoh bagi stafnya. 






Pelatihan mesin fogging di Puskesmas Sandai di ikuti Kepala Puskesmas dan staf Puskesmas





Staf Puskesmas Balai Berkuak dan dokter sedang mengikuti pelatihan mesin fogging baru swingfog sn50
Performa mesin ini bisa hidup nonstop 24 jam






Monday, April 29, 2013

Tim Gerak Cepat Vs DBD Di Sei Daka Kec. Aur Kuning





Sei. Daka Kecamatan Aur Kuning mengundang perhatian Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, pasalnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) menyebar di Desa tersebut terutama di dusun Serai Wangi dan dusun Tanjung Lipat. Pada bulan Maret tercatat 2 kasus DBD dan bulan April sampai minggu  ke 17 mencuat 6 kasus.


Kasus DBD tersebut membuat resah masyarakat Sei. Daka dan menyebabkan Puskesmas Sei. Laur yang dipimpin Mahbin membuka Posko khusus untuk memantau kasus demam yang dicurigai DBD, beliau juga melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang berkaitan penyebaran kasus DBD tersebut.
Joko Petugas Posko

Menanggapi laporan Kepala Puskesmas Sei. Laur tersebut besoknya  Tim gerak cepat Dinkes Kab. Ketapang  diketuai H. Rustami, SKM selaku Kabid P3PL beserta 3 Kasie yang di bidangi beliau yaitu Raihan selaku Kasie Pengamatan Penyakit dan drg. Basaria Rajagukguk, Kasie Pemberantasan Penyakit Menular serta Ismail SKM, M.Kes Kasie Penyehatan Lingkungan langsung turun ke Sei. Daka,   turut serta dalam rombongan itu staf P3PL bagian surveilens  Febrianto, SKM dan juga pengelola DBD  Ferdinan didampingi Suhardi dan Widyastuti, SKM.

Kunjungan tim gerak cepat Dinas Kesehatan membawa beberapa agenda yang dicetuskan H. Rustami, SKM dengan fokus kegiatan meliputi :
1. Intervensi kasus
2. Intervensi lingkungan dan
3. Intervensi program Puskesmas
Dengan upaya tersebut diharapkan dapat memutus rantai penularan DBD yang menjadi momok bagi masyarakat Sei. Daka.

Berikut beberapa kegiatan konkrit yang dilakukan rombongan Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang :
1. Koordinasi Lintas Sektor dengan pihak Kecamatan dan Desa.
2. Penyuluhan Tentang DBD dan Instruksi Bupati tentang Pencegahan dan Penangulangan DBD oleh Rustami, SKM, drg. Basaria, Ismail, SKM dan Raihan.
3. Penyelidikan Epidemiologi
4. Pelatihan beberapa tenaga fogging dan pelaksanaan fogging massal Desa Sei. Daka
5. Mengaktifkan Pemantauan Jentik Berkala dan Larvasidasi
6. Mengajak Masyarakat membersihkan lingkungan sekeliling rumah

Saat Koordinasi di Kecamatan










Sent from Samsung Mobile