Wednesday, January 27, 2016

Syarat Dilakukan Fogging Fokus Nyamuk DBD

Syarat Dilakukan Fogging Fokus Nyamuk DBD

Tidak hanya Masyrakat umum bahkan petugas kesehatan sendiri masih banyak yang salah bahwa solusi utama penanggulangan penularan DBD adalah fogging. Persoalan ini kami buktikan saat acara pembukaan acara pelatihan juru fogging bagi petugas Puskesmas dan Juru Fogging Kader Desa pada tahun 2013. pre test yang kami lakukan pada peserta pelatihan menunjukkan mindset untuk solusi utama penanggulangan penularan DBD adalah fogging.

Kebetulan juga ada petugas kesehatan di https://www.facebook.com/groups/PoskoDBDKetapang/ yang bertanya maslah ini maka dengan ini kami coba menjelaskan  tentang Penanggulangan Fokus.

Alur Penanggulangan di mulai ketika ada laporan kasus DD/ DBD maka Puskesmas Setempat idealnya segera mengirim petugas ke lokasi atau alamat penderita untuk melakukan  Penyelidikan Epidemiologi (PE) untuk melacak kasus tersebut kapan, dari mana dan potensi penularan di lokasi
serta survey jentik lokasi kejadian untuk menentukan intervensi apa yang seharusnya dilakukan.
Lebih jelasnya lihat bagan di bawah : yang lingkar merah itulah syarat yang harus terpenuuhi untuk fogging fokus, dan ingat yang panah merah fogging harus dilakukan 2x 1 minggu kemudian dari fogging pertama


Keterangan:
1. Penderita DBD :Penderita positif DBD (hidup/meninggal) yang dinyatakan oleh
dokter rumah sakit melalui test laboratorium dengan hasil haemoglobin dan
hematokrit meningkat > 20% dan penurunan trombosit kurang dari 100.000/ mm3
atau cenderung turun.
2. Suspek Infeksi Dengue : Ditemukan gejala panas yang tidak diketahui penyebabnya
saat dilaksanakan PE.






FOGGING FOKUS DAN LARVASIDASI FOKUS

A.    FOGGING FOKUS DAN LARVASIDASI FOKUS

Fogging Fokus dan larvasidasi Fokus dilakukan sebagai upaya pemberantasan penyakit DBD untuk memutus mata rantai penularan penyakit DBD. Fogging fokus dilaksanakan pada lokasi kasus yang ditemukan positif penderita DBD yang disampaikan melalui formulir KD-RSDBD. Pelaksanaan fogging fokus dilakukan 2 siklus mulai dari lokasi tempat tinggal lingkungan kerja dan sekolah.
Hingga akhir tahun terlaksana 116 fogging fokus yang dilakukan Pelaksana Fogging fokus yaitu petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang bekerjasama dengan petugas Puskesmas dan Kader juru fogging terlatih.

Foto 4.3



Gambar : Pelaksanaan Fogging Fokus di Dinas Kesehatan Kab. Ketapang TA. 2015

PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK (PSN)


A.    PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK (PSN)

Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui Pemantauan Jentik Berkala dan Larvasidasi selektif bertujuan untuk membunuh larva nyamuk dan mengendalikan vektor Aedes Aegypti penyebab penyakit DBD. Pada TA 2015 2 kali kegiatan Pemantauan Jentik Berkala dan pembagian larvasida dianggarkan pada 33 Desa dengan masing-masing 5 Kader Jumantik ditambah penganggaran sama dalam dana BOK Puskesmas, Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk ini dilakukan melalui Puskesmas setempat dengan mengaktifkan peran serta kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dimana hasil tercatat ABJ Kabupaten Ketapang pertanggal 31 Desember 70,5%


Foto 4.2 Pemantaun Jentik Berkala dan Larvasidasi


Sumber: Seksi Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tahun 2015

UPAYA PEMBERANTASAN PENYAKIT DBD DIKABUPATEN KETAPANG TAHUN 2015

BAB  IV

UPAYA PEMBERANTASAN PENYAKIT DBD

DIKABUPATEN KETAPANG TAHUN 2015


Program pemberantasan penyakit Demam Berdarah Dengue tahun 2015 bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian  dengan tujuan khusus yaitu:

a.     Pengendalian Faktor resiko Penyakit DBD sehingga Insiden Rate  tidak melebihi 30 per 100.000 penduduk pertahun.
b.     Mengusahakan Angka Kematian Kasar ( CFR ) penyakit DBD tidak melebihi 1 persen Per tahun.
c.      Penemuan Penderita DBD baik secara aktif maupun pasif
d.     Mengurangi kecenderungan penyebaran wilayah terjangkit DBD atau membebaskan wilayah terjangkit DBD.

Kegiatan pemberantasan penyakit Demam Berdarah Dengue tahun 2015 dilaksanakan berdasarkan stratifikasi wilayah desa/kelurahan terhadap penyakit DBD, dengan melakukan kewaspadaan dini dan tindakan secara dini terhadap kasus DBD, melakukan pemberantasan secara intensif di wilayah kasus / fokus dan mengadakan penyuluhan serta penggerakan masyarakat untuk Pemberantasan Sarang Nyamuk ( PSN).

A.    PENYULUHAN PADA MASYARAKAT


Bekerjasama dengan Puskesmas, Kecamatan dan jajaran di bawahnya dalam program pengendalian DBD melakukan penyuluhan. Peyuluhan dimasyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan melalui Komunikasi, Informasi dan Edukasi kepada masyarakat. Peningkatan pengetahuan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam upaya pemberantasan Penyakit DBD. Penyuluhan di masyarakat dalam Upaya pemberantasan Penyakit DBD di Kabupaten Ketapang TA. 2015 dilakukan dengan memberikan informasi terupdate setiap kejadian kasus melalui Group Posko DBD di Facebook (401 anggota) (https://www.facebook.com/groups/PoskoDBDKetapang/), Radio Spot di Radio Siaran Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang (RSPD) dan melalui Surat Kabar Baik Tribun mau pun Pontianak Post dan publikasi artikel melalui blog di dinkesketapang.blogspot.com.
Foto 4.1 Halaman Posko Demam Berdarah Dengue Kab. Ketapang




Sumber: Seksi Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tahun 2015

Foto 4.2 Halaman http://dinkesketapang.blogspot.co.id/
Sumber: Seksi Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tahun 2015

Tuesday, January 26, 2016

KEMATIAN AKIBAT DBD TAHUN 2015

H.    KEMATIAN AKIBAT DBD TAHUN 2015

Berikut ditampilkan kematian akibat DBD pada grafik di bawah ini.
Grafik. 3.10
  

Sumber: Seksi Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tahun 2015
Angka Kematian (CFR) Menurut Kecamatan Tahun 2015 terlihat bahwa persentase kematian tertinggi ada di Kecamtan Sandai yaitu 25,0% (1 Kematian) menyusul Kecamatan Nanga Tayap 6,7% (1 Kematian) selanjutnyya di Kecamatan Delta Pawan yaitu 1,0% (2Kematian). Secara keseluruhan angka CFR untuk Kabupaten Ketapang yaitu 0,9% atau di bawah indicator nasional yaitu di bawah 1%.

KASUS DBD PER MINGGU TAHUN 2015

A.    KASUS DBD PER MINGGU TAHUN 2015

Selanjutnya ditampilkan grafik data mingguan kasus DBD Kabupaten Ketapang tahun 2105 sebagai berikut.

Grafik. 3.9

Sumber: Seksi Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tahun 2015

          Pada grafik 3.9 di atas tampak trend mingguan yang tinggi pada awal tahun akibat KLB DBD yang terjadi pada akhir tahun 2014, namun upaya penanggulangan menekan kasus DBD  menurun terus hingga minggu ke 24 setelah itu trend mendatar rata-rata 0-2 kasus per minggu

KASUS DBD PER BULAN TAHUN 2015

A.    KASUS DBD PER BULAN TAHUN 2015

Penderita DBD per Bulan di Kabupaten Ketapang tahun 2015 dapat dilihat pada grafik 3.8  berikut ini:
Grafik. 3.8

Sumber: Seksi Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tahun 2015
Dari grafik 3.8 Penderita DBD per Bulan di Kabupaten Ketapang tahun 2015 tampak  bahwa penderia DBD tertinggi yakni pada bulan Januari (170 kasus) dan terendah bulan Oktober (0 kasus), rendahnya kasus di bulan Oktober  2015 menyimpang dengan pola Trend peningkatan kasus DBD dalam 5 tahun terakhir yang dimulai pada bulan Agustus hingga akhir tahun dan mulai turun di bulan Januari tahun berikutnya.

Pola yang tidak lazim ini berkaitan erat dengan musim kemarau dan bencana kabut hingga bulan November 2015, dimana kekeringan merata hampir di setiap wilayah di Indonesia demikian juga di Kabupaten Ketapang,  kondisi demikian secara signifikan mempengaruhi populasi vektor / nyamuk Aedes Aegypti penyebar virus dengue.