Tuesday, January 26, 2016

KEMATIAN AKIBAT DBD TAHUN 2015

H.    KEMATIAN AKIBAT DBD TAHUN 2015

Berikut ditampilkan kematian akibat DBD pada grafik di bawah ini.
Grafik. 3.10
  

Sumber: Seksi Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tahun 2015
Angka Kematian (CFR) Menurut Kecamatan Tahun 2015 terlihat bahwa persentase kematian tertinggi ada di Kecamtan Sandai yaitu 25,0% (1 Kematian) menyusul Kecamatan Nanga Tayap 6,7% (1 Kematian) selanjutnyya di Kecamatan Delta Pawan yaitu 1,0% (2Kematian). Secara keseluruhan angka CFR untuk Kabupaten Ketapang yaitu 0,9% atau di bawah indicator nasional yaitu di bawah 1%.

KASUS DBD PER MINGGU TAHUN 2015

A.    KASUS DBD PER MINGGU TAHUN 2015

Selanjutnya ditampilkan grafik data mingguan kasus DBD Kabupaten Ketapang tahun 2105 sebagai berikut.

Grafik. 3.9

Sumber: Seksi Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tahun 2015

          Pada grafik 3.9 di atas tampak trend mingguan yang tinggi pada awal tahun akibat KLB DBD yang terjadi pada akhir tahun 2014, namun upaya penanggulangan menekan kasus DBD  menurun terus hingga minggu ke 24 setelah itu trend mendatar rata-rata 0-2 kasus per minggu

KASUS DBD PER BULAN TAHUN 2015

A.    KASUS DBD PER BULAN TAHUN 2015

Penderita DBD per Bulan di Kabupaten Ketapang tahun 2015 dapat dilihat pada grafik 3.8  berikut ini:
Grafik. 3.8

Sumber: Seksi Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tahun 2015
Dari grafik 3.8 Penderita DBD per Bulan di Kabupaten Ketapang tahun 2015 tampak  bahwa penderia DBD tertinggi yakni pada bulan Januari (170 kasus) dan terendah bulan Oktober (0 kasus), rendahnya kasus di bulan Oktober  2015 menyimpang dengan pola Trend peningkatan kasus DBD dalam 5 tahun terakhir yang dimulai pada bulan Agustus hingga akhir tahun dan mulai turun di bulan Januari tahun berikutnya.

Pola yang tidak lazim ini berkaitan erat dengan musim kemarau dan bencana kabut hingga bulan November 2015, dimana kekeringan merata hampir di setiap wilayah di Indonesia demikian juga di Kabupaten Ketapang,  kondisi demikian secara signifikan mempengaruhi populasi vektor / nyamuk Aedes Aegypti penyebar virus dengue.

KASUS DBD PER GOLONGAN UMUR TAHUN 2015

A.    KASUS DBD PER GOLONGAN UMUR TAHUN 2015

Penderita DBD mendominasi di kelompok usia 5-14 tahun/ anak usia sekolah. Aktifitas Nyamuk Aedes Aegypti pada pagi dan pada sore hari dan Lingkungan gelap di bawah meja siswa yang disukai Nyamuk Aedes Aegypti menjelaskan tingginya kasus DBD pada kelompok usia sekolah ini, Hal ini dapat dilihat dari jumlah penderita DBD per Golongan Umur di Kabupaten Ketapang tahun 2015 pada grafik 3.7  berikut ini:
Grafik. 3.7

Sumber: Seksi Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tahun 2015

Dari Grafik 3.7 dapat dijelaskan data terbagi atas :
-      5 Kelompok usia yaitu di bawah 1 tahun (37 kasus), 1-4 tahun (120 kasus), 3-14 tahun (270 kasus), 15-44 tahun (6 kasus) dan di atas 44 tahun (0 kasus).
-      Kelompok berdasarkan jenis kelamin L=laki-laki (201 kasus), P=perempuan (232 kasus).
-      Status akhir kasus DBD  penderita sembuh/ P (429 kasus) dan meniggal/ M (4 kasus)

Dapat dilihat bahwa kasus DBD tertinggi pada anak kelompok usia 5-14 tahun menyusul   usia 1-4 th, dan berdasarkan jenis kelamin jumlah penderita perempuan lebih banyak dibanding laki-laki, sedangkan dari total 433 kasus DBD penderita sembuh 429 kasus dan yang berakhir pada kematian akibat DBD 4 kasus.

PENYEBARAN PENDERITA DBD TAHUN 2015

A.    PENYEBARAN PENDERITA DBD TAHUN 2015


Kasus DBD Tahun 2015 pertanggal 31 Desember 2015 tersebar di 15 Kecamatan dari 20 Kecamatan di Kabupaten Ketapang

Grafik.3.4


Sumber: Seksi Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tahun 2015

Dari Grafik 3.4 di atas memperlihatkan bahwa kasus DBD tertinggi terjadi di Kecamatan Delta Pawan yaitu 197 kasus atau 45% dari total kasus DBD yang terjadi. Upaya antisipasi awal telah dilakukan di wilayah Kecamatan Delta Pawan dan Kecamatan Benua Kayong oleh Dinas Kesehatan pada awal tahun 2015 dengan program Pemberantasan Sarang Nyamuk melalui kegiatan Pemantauan Jentik Berkala di seluruh Desa/ Kelurahan yang ada di Kecamatan Delta Pawan dan Benua Kayong dan meluas ke desa-desa terdekat dengan kota Kabupaten yang merupakan kantong utama kasus DBD. Koordinasi lintas sektor dilakukan baik pada tingkat Kecamatan Delta Pawan dan pada Tingkat Desa/ Kelurahan.


Selanjutnya penyebaran kasus DBD pada skala Puskesmas di tampilkan grafik di bawah ini
Grafik.3.5

Sumber: Seksi Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tahun 2015

Grafik 3.5 diatas menampilakn data pertangggal 31 Desember 2015 berkaitan penyebaran kasus DBD pada skala  Puskesmas, Penyebaran DBD mencakup 19 Puskesmas dan  tertinggi pada wilayah kerja Puskesmas Kedondong (108 kasus), Puskesmas Tuan-Tuan (78 kasus), Mulia Baru (49 kasus), Sukabangun (40 kasus), Sungai Melayu (28 kasus), menyusul Sungai Besar (26 kasus), Kendawangan (24 kasus), Pesaguan (16 kasus), Nanga Tayap (15 kasus), Kuala Satong (9 kasus), Air Upas (9 kasus), Sungai Awan (7 kasus), Tumbang Titi (5 kasus) berikutnya Puskesmas Sandai, Puskesmas Riam, Puskesmas Sukamulya (masing-masing 4 kasus), disusul Puskesmas Marau (3 kasus), Puskesmas Tanjung Pura dan Puskesmas  Pemahan (masing-masing 2 kasus).
Selanjutnya disajikan penyebaran kasus DBD pada tingkatan desa yang mana tidak semua desa dengan kasus DBD yang berjumlah 77 Desa bisa ditampilkan grafik berikut.

 Grafik.3.6


Sumber: Seksi Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tahun 2015
Penyebaran Kasus DBD pada tingkat Desa/ Kelurahan meliputi 77 Desa, berikut 10 besar Desa/ Kelurahan dengan kasus DBD tertinggi yaitu :
1.    Kelurahan Sukaharja (43 kasus),
2.    Kelurahan Mulia Baru (32 kasus),
3.    Kelurahan Sampit (31 kasus),
4.    Desa Kali Nilam (30 kasus)
5.    Kelurahan Kauman (21 kasus)
6.    Desa Payak Kumang (18 kasus)
7.    Kelurahan Kantor (17 kasus)
8.    Desa Mulia Kerta (17 kasus)
9.    Desa Kendawangan Kiri (14 kasus)
10. Kelurahan Tengah (14 kasus)

Kasus DBD pada 66 Desa/ Kelurahan lainnya di bawah 14 kasus. 

INCIDENCE RATE / IR KASUS DBD KABUPATEN KETAPANG

A.    IR KASUS DBD KABUPATEN KETAPANG

Berikut disajikan Incidence Rate (IR) sebagai indikator frekwensi serangan atau angka kejadian kasus DBD dalam populasi 100.000 penduduk
Grafik. 3.3
Insidens Rate Penderita DBD Per 100.000 Penduduk
Di Kabupaten Ketapang Tahun 2015


Sumber: Seksi Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tahun 2015


Dari Grafik 3.3 diatas terlihat bahwa Insiden Rate (IR) Kasus DBD pertanggal 31 Desember 2015 tertinggi di Kecamatan Sungai Melayu, Kecamatan Delta Pawan, Kecamatan Benua Kayong dan seterusnya. Secara keseluruhan pada tingkat Kabupaten IR DBD mencapai 90,97/100.000 penduduk, angka tersebut jauh di atas indikator nasional tahun 2015 yaitu 50/100.000 penduduk.


PENDERITA DBD PER-MINGGU TAHUN 2014-2015

A.    PENDERITA DBD PER-MINGGU TAHUN 2014-2015


Penderita DBD Mulai Minggu ke-26 Tahun 2014 S/D Minggu ke-53 per-tanggal 31 Desember 2015 dapat dilihat pada Grafik 3.2 berikut ini:
Grafik 3.2
 


Sumber: Seksi Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tahun 2015


Dari GrafikL. 3.2 menyajikan data trend kasus DBD mulai dari semester kedua atau minggu ke 26 sampai minggu ke 52 di akhir tahun 2014, dimana grafik kasus DBD meningkat signifikan pada minggu ke 40 (7 kasus) mencapai 19 kasus pada minggu ke 41 berturut-turut hingga pada minggu ke 47.
Berdasarkan hasil Telaahan Staf 12 November 2014 mengenai situasi Trend yang meningkat lebih dari 2 kali lipat pada kurun waktu yang sama dibanding tahun 2013 yang terjadi berturut-turut dalam 4 minggu yang terjadi pada  minggu ke 38 hingga minggu ke 45 dan Angka kematian yang telah tercatat 6 penderita (kurun waktu sama tahun 2013 hanya 1 kematian) juga  mengacu pada Permenkes No.1501 Tahun 2010 khususnya pada point a, d dan f pada BAB III maka pada tanggal 17 November 2014 Kabupaten Ketapang dinyatakan dalam Status  Kejadian Luar Biasa DBD melalui Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang Nomor : 443.42/0149/P3PL-B.

Peningkatan kasus DBD terus berlanjut hingga mencapai puncak tertinggi pada minggu ke 49 (82 kasus) selanjutnya trend menunjukkan penurunan  terus menerus hingga awal tahun 2015 pada minggu ke 3 tepatnya tanggal 12 Januari 2015 status Kejadian Luar Biasa DBD Kabupaten Ketapang dicabut melalui Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang NOMOR : 443.42/0039/P3PL-B/2015